Poster Kuliah Umum Program MAP TA 2020/2021, Minggu 18 Oktober 2020

Lebih dari 200-an Peserta ikuti Kuliah Umum yang ditaja oleh Program Magister Administrasi Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik Univesitas Maritim Raja Ali Haji. Kuliah Umum tersebut dilaksnakan secara virtual dengan jaringan zoom pada Hari Minggu tanggal 18 Oktober 2020 mulai pukul 13.30 s.d 16.30 WIB. Kuliah Umum tersebut menghadirkan Prof. Dr. Eko Prasojo yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia. Narasumber kedua adalah Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Dr. H.TS. Arif Fadhillah dan Ketua Harian Dewan Pertimbangan UMRAH, Dt. H. Huzrin Hood S.H., M.H., M.Pd.I.

Dekan FISIP UMRAH, Dr. Oksep Adhayanto, S.H., M.H., dalam sambutanya memberikan apresiasi kepada Panitia Kuliah Umum MAP dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ketiga narasumber yang bersedia meluangkan waktu, pikiran serta ide-idenya dalam membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul, Berbudaya dan Berwawasan kemaritiman sebagaimana tagline yang diusung Program Magister Administrasi Publik. “Saya berharap agar kegiatan Kuliah Umum ini memberikan spirit baru bagi mahasiswa Program Magister Administrasi Publik khususnya dan mahasiswa program Ilmu Administrasi Negara pada umumnya. SDM yang unggul dan berbudaya merupakan keinginan dan harapan kita bersama agar Kepulauan Riau kedepannya dan Indonesia pada umumnya dapat lebih baik lagi”, tegas Dr. Oksep.

Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji, Prof, Dr, Agung Dhamar Syakti, S.Pi, DEA saat memberikan sambutak pada Kuliah Umum Program Magister Administrasi Publik pada hari Minggu, 18 Oktober 2020 secara virtual.

Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi, DEA., dalam sambutanya menyambut baik Kuliah Umum perdana yang diselenggarakan Program Magister Administrasi Publik tahun 2020. Ia juga berharap agar Kuliah Umum ini benar-benar dimanfaatkan oleh Peserta khususnya Mahasiswa Program MAP untuk menggali dan mengeksplore lebih dalam materi yang disampaikan oleh para narasumber yang tidak perlu diragukan kompetensi dan pengalamanya masing-masing. Lebih lanjut ia berharap agar materi yang akan disampaikan nanti dapat di elaborasi dan dijadikan rujukan dalam melakukan riset riset maupun pengabdian kepada masyarakat di Kepulauan Riau khususnya.

Salahsatu materi yang disamapiakan oelh Prof. Eko, Dekan FIA UI

Bertindak sebaga narasumber pertama yaitu Prof. Dr. Eko Prasojo. Guru Besar UI yang lahir di Kijang, tanggal 21 Juli 1970 ini terkenal dengan berbagai inovasi dalam berbagai hal yang berkaitan dengan kebijakan publik. Sebelum menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Adminstrasi di Universitas Indonesia, beliau sebelumnya adalah Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia. Berbekal dengan pengalaman empiris dan praksis yang dimiliki, Prof Eko (sapaan akrabnya) menjelaskan berbagai hal yang dialami oleh SDM khususnya Aparatur Sipil Negara yang ada saat ini. Prof Eko juga menjelaskan berbagai terobosan yang telah maupun akan dilakukan oleh pemerintah dan bagaimana seharusnya Pemerintah Daerah menyikapi berbagai hal yang menjadi tantangan ASN saat ini dan yang akan datang sehingga ke-“Unggul”-an SDM dapat terus ditingkatkan.

Datok, H. Huzrin Hood, Ketua Harian Dewan Pertimbangan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Narasumber berikutnya adalah Dt. H.Huzrin Hood S.H., M.H., M.Pd.I, Pria kelahiran Sungai Ungar, Kundur, Karimun tahun 1954 ini dikenal sebagai Tokoh Sentral Perjuangan Pemekaran Provinsi Kepulauan Riau. Saat ini Datok Huzrin (sapaan akrabnya) dipercaya sebagai Ketua Harian Dewan Pertimbangan Universitas Maritim Raja Ali Haji. Selain sebagai tokoh sentral, Datok Huzrin juga menjabat di berbagai struktur organisasi kemasyarakatan terutama dalam bidang Budaya Melayu. Beliau menyampaikan dalam paparanya bahwa UMRAH didirikan untuk menghidupkan nilai-nilai luhur yang perah berkembang di Bumi Segatang Lada Kepulauan Riau. Saat ini banyak banyak generasi muda di Kepri yang kurang memahami nilai-nilai budaya, bahwa Kepri memiliki adat istiadat yang tidak jauh dari nilai-nilai Islam. “Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah”, artinya bahwa adat istiadat yang ada di Kepulauan Riau adalah adat yang berdasarkan pada syariat Islam dan syariat Islam tentulah sesuai dengan Kitab Allah yaitu Al Qur’an.

Narasumber ketiga adalah Seketaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau dalam hal ini diwakilkan oleh Dr. ARIES FHARIANDI, S.Sos, M.Si. Pria kelahiran Parit Mangkil Sei Ungar tahun 1979 ini saat ini dipercaya sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Bang Ujeng (demikian pada sahabat memaggilnya) memaparkan berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau khususnya dalam memanfaatkan segala potensi yang ada khususnya potensi kemaritiman. Sebagai daerah dengan 96% adalah laut maka sudah sepantasnya kebijakan pemerintah diarahkan untuk mengoptimalkan potensi tersebut mulau dari potensi diatas laut, dipermukaan laut, dan potensi yang berada dibawah laut. Ia meyakini bahwa apabila seluruh stakeholder fokus pada potensi yang ada maka kedepan Provinsi Kepri dapat segera berdiri sejajar dengan Provinsi maju lainya di Indonesia. (map, 19/10/2020)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here