Poster MAP Corner #1 yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, 24 Oktober 2020

MAP Corner sebagai laboratorium Program Magister Amdinistrasi Publik Universitas Maritim Raja Ali Haji selenggarakan diskusi virtual bertajuk “Pembekalan Bagi Pemilih Sehat dan Cerdas Menuju Pilkada Berkualitas”. Tajuk ini dipilih mengingat Provinsi Kepulauan Riau pada tanggal 09 Desember 2020 akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah secara serentak. Bukan hanya pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, tetapi juga pemilihan 5 (lima) Bupati dan Wakil Bupati yaitu Bintan, Karimun, Lingga, Natunan dan kepulauan Anambas. Sedangkan untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota hanya Kota Batam. Untuk Kota Tanjungpinang kemungkinan akan dilaksanakan tahun 2024.

Komisioner KPU Provinsi, Widiyono Agung Sulistyo

Pemilihan Kepala Daerah merupakan moment penting, bukan hanya memilih pemimpin tetapi lebih dari itu yaitu merencanakan kehidupan yang lebih baik. Terpilihnya pemimpin dalam pesta demokrasi yang akan datang akan sangat ditentukan oleh kualitas pemilihnya. Oleh karena itu, MAP Corner sebagai laboratorium Program Magister Administrasi Publik menyelenggarakan diskusi secara virtual dengan menghadirkan narasumber dari KPU Provinsi, Bawaslu Provinsi, dan Wakil Rektor III Universitas Ibnu Sina Batam.

Dalam paparan yang bertema “Pemilih Cerdas, Pemilu Berkualitas”, Widiyono Agung Sulistiyo, ST selaku Anggota KPU Provinsi Kepulauan Riau menjelaskan arti penting pemilih dalam kontestasi pemilihan kepala daerah. “Satu suara dalam pemilihan umum sangat berarti dan menentukan perjalanan daerah ini untuk lima tahun yang akan datang”, tegas Komisioner KPU Provinsi Kepulauan Riau, Agung Sulistyo. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tantangan penyelenggara pemilu tahun ini lebih rumit karena harus berhadapan juga dengan pandemi Covid-19. Namun ia tetap berharap agar partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih tetap tinggi. Peran serta dunia kampus, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat diharapkan untuk memberikan pencerahan kepada pemilih lainya.

Salah satu slide paparan yang disampaikan oleh M. Syahri Papene, Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau

Muhammad Syahri Papene, S.H., M.H. selaku Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum meminta agar masyarakat tetap aktif dalam memberikan informasi terhadap indikasi-indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh Pasangan Calon maupun oleh Tim Sukses. “Pengawasan Partisipatif oleh masyarakat akan sangat membantu badan pengawas pemilu dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Kami menyadari bahwa mata dan telinga Anggota Bawaslu sangat terbatas sehingga dengan turun tanganya masyarakat dalam melakukan pengawasan akan sangat berarti untuk meningkatkan kualitas Pemilu”, ujar Papene dalam paparanya.

Narasumber ketiga adalah Direktur MAP Corner, Dr. Okparizan, S.Sos., M.Si, M.H.I. menjelaskan peran Perguruan Tinggi dalam meningkatkan kualitas demokrasi khususnya dalam Pemilihan Kepala Daerah. Setidaknya ada tiga peran utama yang dapat dimainkan oleh Perguruan Tinggi berikut civitas akademika yang ada didalamnya, pertama melakukan Pendidikan Politik baik kepada kontestan, Tim Sukses maupun kepada Pemilih. Kedua melakukan sosialisasi politik dan ketiga melakukan riset politik. Sosialisasi diberikan untuk menjelaskan berbagai hal terkait dengan mekanisme dan pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Sedangkan riset politik bertujuan untuk menggali fenomena dan hal-hal yang dapat diangkat ke permukaan untuk selanjutnya didiskusikan secara luas.

Dr. Sumardin, S.E., M.Si yang menjabat sebagai Wakil Rektor III Universitas Ibnu Sina membawakan materi dengan tema “Peran Civil Society dalam mengawal Demokrasi Berkualitas”. Dalam paparanya ia menjelaskan arti penting civil cociety dalam mengawal proses demokrasi yang ada. Sejarah telah mencatat bahwa perubahan-perubahan besar di Indonesia dan belahan dunia lainya didominasi oleh peran Civil Society atau masyarakat sipil.

Paparan Pjs Gubernur Kepulauan Riau, Dr. Bahtiar Baharuddin, M.Si

Dr. Bahtiar Bahaudin, M.Si. Pjs Gubernur Kepulauan Riau mengingatkan kepada penyelenggara penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu, seluruh Paslon maupun Tim Sukses dan juga masyarakat agar tetap mengedepankan dan melaksanakan protokol kesehatan tanpa terkecuali. Setidaknya ada 3M yang harus dijalankan, Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan Menjaga jarak aman minimal 2 meter. “Kalau dulu kita bertempur melawan penjajah, sekarang kita harus bertempur melawan virus yang tidak kasat mata”, ungkar Dr.Bahtiar. Begitu besarnya perhatian Pjs Gubernur yang sekaligus Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum di Kementrian Dalam Negeri sehingga Ia harus menjelaskan banyak hal terkait dengan Covid-19. (map, 24/10/2020)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here